Plesir


Turut Mengapung di Floating Market
Oleh Hera Sujiman Gusmayanti
Bentangan Danau Situ Umar tampak mendominasi lahan seluas 7 hectar ini. Sinar matahari pagi yang menerpa membuat air danau begitu berkilau. Laksana permata di tengah air. Gunung Tangkuban Perahu yang begitu tersohor pun turut memperindah pemandangan dengan menjadi latar belakang salah satu danau yang terkenal cantik di tanah Pasundan. Hijau, adalah satu kata yang terucap jika melihat sekeliling danau.
Di atas danau, kurang lebih terdapat  46 perahu mengapung rapi di pinggiran danau. Perahu-perahu itu bukan perahu biasa. Fungsinya bukan untuk mengangkut penumpang, bukan pula untuk menangkap ikan. Jejeran perahu itu justru memuat beraneka macam panganan. Mulai dari sekedar cemilan sampai makanan berat mengenyangkan. Dan kesemuanya adalah panganan khas Jawa Barat.
Melalui perahu-perahu itulah para pedagang sibuk melayani pembeli. Aktivitas yang dilakukan di atas perahu-perahu mungil ini memang persis sebuah pasar karena tempat ini merupakan sebuah pasar terapung. Floating Market, begitulah nama tempat ini. “Floating market merupakan salah satu destinasi wisata yang baru dibuka pada Desember 2012 lalu,” ungkap Angel, salah seorang pengunjung, Minggu (25/1).
Tempatnya yang mudah dijangkau, membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun dari luar Jawa Barat. Beralamat di jalan Grand Hotel No. 33 E, Lembang, Jawa barat, hanya butuh waktu kurang lebih dua jam perjalanan dari kota Bandung untuk sampai ke Floting Market.
Sekilas, Floating Market ini sama dengan pasar terapung yang berada di Kalimantan. Namun bedanya, di sini para pedagang tidak berada di tengah perairan melainkan di pinggir danau. Hal ini memudahkan para pengunjung untuk membeli tanpa harus menaiki perahu. Dengan uang masuk Rp. 15.000, pengunjung sudah bisa menjelajahi Floting Market sepuasnya. Tiket yang didapat pun bisa ditukarkan dengan minuman berbagai rasa yang telah disediakan. Tempat ini biasanya dibuka mulai pukul 08.00 WIB-18.00 WIB jika akhir pekan.
Begitu memasuki Floating Market, pengunjung akan disambut dengan pemandangan indah yang dapat memanjakan mata. Lelahnya perjalanan selama dua jam pun langsung menguap entah kemana. Dari pintu masuk, logo Floating Market yang berbentuk koin raksasa dapat langsung terlihat. Di pinggiran danau, disediakan tempat duduk bagi pengunjung beserta payung besar yang menaungi.
Satu hal yang unik dari pasar apung satu-satunya di Jawa Barat ini adalah segala pembelian yang dilakukan di sini menggunakan koin khusus. Pengunjung bisa menukarkan uang tunainya dengan koin di tempat-tempat yang telah disediakan. Selain itu, tak hanya pasar apung bukanlah satu-satunya benda yang bisa mengapung di tempat ini. Tersedia juga perahu bebek dan kano bagi pengunjung yang ingin menjelajah Danau Situ Umar.
Ada hal lain yang membuat tempat ini istimewah. Konsep yang dihadirkan tidak menghilangkan budaya Sunda sama sekali. Justru di beberapa sudut Floating market terdapat tempat khusus yang menyediakan berbagai macam alat musik Jawa Barat dan lagu-lagu Sunda yang mengalun merdu menemani pengunjung untuk menjelajah. Tempat itu dinamakan Kampung Leuit. Di kampung ini pengunjung bebas memainkan alat musik yang disediakan dan juga diberi petunjuk cara memainkannya.
Masih banyak yang bisa dilihat di floating market ini. Salah satunya adalah miniatur stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Miniatur stasiun kereta api ini benar-benar didesain seperti stasiun kereta api sungguhan. Tentu saja tidak lupa menyertakan pohon-pohon hijau sebagai penghias stasiun.
Kemudian pengunjung juga akan mendapati rumah-rumah kecil yang diberi nama sesuai isinya. Diantaranya adalah rumah ole-ole yan berisi berbagai macam ole-ole khas Jawa Barat baik itu panganan ataupun kerajinan. Juga ada warung lukisan, jika pengunjung berminat membeli lukisan khas tanah Pasundan. Dan yang paling penting juga tersedia rumah baju, bagi pengunjung yang ingin membeli souvenir bertuliskan Floting Market-Lembang.
Bagi pengunjung yang menaruh minat besar terhadap hewan dan tumbuhan. Floating market juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memberi makan ikan dan kelinci. Selain itu juga terdapat berbagai macam tumbuhan unik nan cantik yang bisa pengunjung beli jika ingin.
Floating market benar-benar tempat yang luar biasa. Di dalamnya terdapat konsep keselarasan antara manusia dan alam mengajarkan manusia untuk tetap menghormati sesama makhluk ciptaan tuhan. Juga mengingatkan kita untuk selalu menjunjung tinggi budaya lokal. Melestarikan apa yang telah menjadi warisan nenek moyang sejak zaman terdahulu. Tempat ini bisa menjadi contoh baik bagi tempat wisata lain. Menarik minat pengunjung dengan mengusung konsep ramah lingkungan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini